hari ini bulan ramadhan sudah memasuki hari ke 10, dan seperti biasa santap sahur saya lalui di depan televisi. setelah beberapa kali memindahkan saluran, perasaan ini kembali menyergap.
kesedihan saat menonton tayangan2 waktu sahur. [hampir] semua stasiun televisi lokal menyiarkan acara yang [hampir] sama, senada. acara2 yang [mungkin] dapat dinilai sangat menghibur, namun juga menyedihkan. acara2 dengan tipe humor slapstik. acara yang menayangkan adegan2 seorang laki2 dewasa berbusana dan berperan sebagai wanita, anak kecil, ataupun orang terbelakang. humor yang menurut saya sangat kasar.
salahkah adegan2 tersebut? tidak! itu hak mereka..
saya pribadi merasa sedih karena acara2 tersebut kaya akan unsur hiburan, namun dari sisi content sangatlah minim. jauh berbeda jika dibandingkan dengan acara2 yang disiarkan national geographic, ataupun bbc knowledge misalnya. acara2 mereka menyuguhkan isi yang [menurut saya pribadi] sangat memperkaya wawasan, dan disuguhkan secara menarik pula. padahal banyak pula acara tersebut yang [tampaknya] tidak membutuhkan biaya produksi yang sangat besar.
mungkin tidaklah etis jika membanding2kan acara2 kita dengan acara mereka, mengingat memang terdapat banyak perbedaan di dalamnya. mulai dari faktor sumber daya, financial, hingga faktor selera penonton. karena mungkin acara2 seperti itulah yang sangat diminati di negara kita ini. dan kembali saya dihadapkan pada sebuah ungkapan klasik “selera pasar”. sebuah pemikiran kemudian terlintas, mungkinkah “selera pasar” ini dibentuk secara terorganisir? seperti halnya pembentukan image ‘cantik’ melalui iklan2 pemutih kulit, shampo kecantikan dll.
terlepas dari semua itu, patut dicermati bahwa saat sahur adalah waktu primetime. dan mungkin pula tayangan2 tersebut ditonton oleh jutaan anak indonesia yang kemudian [mungkin] membentuk pribadi mereka. memang tidak semua acara di stasiun televisi lokal kita seperti itu, bayak juga acara2 bagus dan mendidik. namun memang tidak dapat dipungkiri banyak pula acara2 yang kurang berkualitas, namun bahkan mendapatkan rating yang tinggi.
sebuah harapan kecil dari saya pribadi. semoga para penyusun acara di televisi memikirkan pengaruh yang akan mereka sebarkan melalui acaranya, mengingat televisi adalah salahsatu media yang sangat dekat dengan pemirsanya dengan jangkauan yang juga sangat luas..
amiiin
hidup ppt!! hehe.. tapi setelah ada si bolang, laptop si unyil dan kawan2nya,, acara anak2 sedikit membaik ko bah
yah di samping para penyusun acara tivi yang harus lebih introspeksi lagi, orang tua juga kudu berperan aktif nyeleksi acara tivi yang bisa dikonsumsi oleh anak2 mereka..
tapi kalau udah lama ga nonton acara2 itu, kangen juga bah, hehe..
>>anggun:
ceuk saya ge, memang banyak oge nu bagus..
tapi acara2 bobodoran ituh, komo nu pas waktu sahur. beuh..
>>mela:
hehe, iya da kamu mah ga terus2an nonton nu karitu. kami di sini ini sudah bosen mel :p
woi!!! udah menjelang idul adha dudul!!! apdet!! apdet!!!